adss

Senin, 30 November 2015

3 Nutrisi Penting Bagi Para Pelari

SebarkanShare on Facebook0Tweet about this on TwitterShare on Google+1
nutrisi untuk pelari | berlariLari adalah salah satu olahraga terbaik untuk membakar kalori dan menjaga kesehatan. Namun demikian, bagi pelari atau anda yang menggemari olahraga lari, sebaiknya imbangi juga dengan asupan nutrisi yang memadai. Nutrisi adalah komponen penting untuk menunjang aktivitas fisik yang satu ini. Jika anda sering berlari namun tidak diimbangi nutrisi yang memadai, hal ini akan mempengaruhi kondisi dan kesehatan tubuh anda.

Nutrisi Penting Untuk Pelari

Banyak nutrisi yang bisa anda asup untuk memenuhi kebutuhan tubuh anda.Namun untuk menunjang aktivitas anda, khususnya yang hobi berlari, ada 3 nutrisi penting yang sangat disarankan untuk anda konsumsi, diantaranya adalah :

Karbohidrat

Pelari sangat membutuhkan karbohidrat. Adapun seberapa banyak karbohidrat yang dibutuhkan, itu tergantung dari seberapa cepat atau jauh anda berlari. Berlari dengan intensitas tinggi atau berlari jarak jauh dengan hanya diimbangi dengan asupan karbohidrat yang rendah, maka sama saja seperti mengendarai mobil tanpa bahan bakar. Kendati minuman berenergi mungkin bisa saja membantu anda untuk berlari lebih jauh, namun asupan karbohidrat datangnya dari makanan-makanan alami yang penuh gizi. Diantara makanan-makanan berkarbohidrattersebut adalah ubi jalar, nasi, quinoa, gandum, dan masih banyak lagi. Selain itu, jangan lupakan juga lemak dan protein yang dibutuhkan untuk membantu perbaikan dan pemulihan otot, serta fungsi tubuh penting lainnya.

Zat Besi

Sebelum berlari, pastikan juga bahwa tubuh anda telah tercukupi dengan asupan zat besi. Zat besi berperan penting untuk membantu membentuk sel darah merah, yang akan membawa oksigen ke otot tubuh. Kekurangan zat ini bisa mencegah otot tubuh dalam mendapatkan jumlah oksigen yang optimal. Berbeda dengan karbohidrat,kekurangan zat besi biasanya secara bertahap bisa mengakibatkan anemia. Para pelari memiliki risiko yang tinggi untuk kekurangan zat besi karena keluar dari keringat. Sumber makanan untuk memenuhi kebutuhan zat besi bisa didapat dari kacang-kacangan, daging merah, tahu, ikan, dan bayam. Untuk mengoptimalkan penyerapan zat besi, kombinasikan juga dengan makanan yang kaya akan vitamin C seperti jeruk, stroberi, dan sebagainya.

Sodium

Para pelari sangat perlu untuk mengonsumsi sodium. Hal ini karena sodium mempunyai dua peran penting selama berlari, yakni memenuhi kebutuhan cairan tubuh serta memastikan cairan yang dikonsumsi masuk ke dalam tubuh secara tepat. Selain itu, sodium merupakan elektrolit utama yang keluar melalui keringat. Oleh sebab itu, para pelari memerlukan asupan sodium sebelum, selama, dan juga setelah berlari. Selain itu, kebutuhan akan sodium semakin penting apabila anda termasuk orang yang berkeringat asin. Ciri-ciri orang yang berkeringat asin bisa diketahui jika mata mereka terasa pedih saat keringat menetes masuk ke dalamnya, atau mendapati garis putih pada pakaian mereka. Adapun sumber-sumber sodium yang bisa anda peroleh bisa ditemui pada sup, keju, roti, dan juga minuman berenergi.
Semoga bermanfaat. Salam sehat !
via Kompas | image : teda.id.au

Sabtu, 28 November 2015

Video0002

Beberapa Kandungan Bawang Merah

Berdasarkan hasil penelitian, bawang merah memiliki beberapa kandungan penting yang jarang ada di sayuran atau bahan makanan lainnya. Kandungan-kandungan tersebut berperan untuk mempromosikan kesehatan tubuh yang lebih baik. Beberapa diantaranya adalah :

Quercetin

Bawang merah memiliki kandungan bernama quercetin yang bersifat antioksidan, anti-jamur, dan juga anti-inflamasi. Dengan adanya kandungan tersebut, bawang merah dipercaya bisa membantu mencegah terjadinya kanker. Selain itu, quercetin juga dinilai ampuh dalam menyembuhkan demam atau flu.

Allicin

Selain quercetin, terdapat juga kandungan allicin yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung. Menurut penelitian, mengonsumsi bawang merah secara rutin diketahui bisa membantu menurunkan dan menjaga tekanan darah di titik normal. Selain itu, Allicin yang terkandung di dalamnya juga mampu membantu mengatasi ketombe.

Organosulphur

Studi menunjukkan bahwa bawang merah mengandung organosulphur yang tinggi, yaitu senyawa sulfur yang secara efektif dapat membantu mengatasi kanker lambung dan kanker prostat. Senyawa ini bisa menciptakan lapisan pelindung ketika tubuh bergerilya melawan kanker di kelenjar perut dan prostat.

Onionin A

Bumbu dapur yang sering dilibatkan dalam bermacam-macam masakan Indonesia ini diketahui juga mengandungOnionin A. Senyawa ini cukup efektif untuk mengurangi peradangan dan rasa sakit yang disebabkan oleh berbagai penyakit. Adanya Onionin A diyakini mampu mengurangi rasa sakit baik itu permanen maupun sementara. Mengonsumsi bawang merah secara rutin juga akan membantu mengatasi alergi, asma, dan arthritis (radang sendi).
Maka dari itu, ada baiknya bagi anda yang tidak suka bawang merah mulai mempertimbangkan kembali untuk mencobanya. Untuk tahap awal, anda bisa melibatkannya pada masakan favorit anda, misalnya sate ayam. Umumnya sate ayam juga disertakan irisan bawang merah sebagai pelengkap. Anda juga bisa melibatkannya ke makanan-makanan lainnya.
via Health Kompas